Amatir radio masih dibutuhkan

Beberapa orang amatir radio masih menyimpan peralatan komunikasi yang sudah dianggap kuno saat ini dan hanya menjadi pajangan bahkan ada yang sudah menggudangkanya

Menyongsong Munas Orari Di Jakarta

Ketua Organisasi Amatir Radio (Orari) Pusat, H. Sutiyoso menghimbau kepada anggota Orari daerah agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti Munas Orari yang akan dilaksanakan pada 14-16 Oktober 2011 di Jakarta.

Bapak Presiden SBY juga Ngebrik

Radio komunikasi tdk hanya monopoli orang biasa. Presiden SBY pun waktu mengecek koordinasi banjir beberapa waktu lalu juga menggunakan radio. Bahkan radio ini menjadi perangkat komunikasi utama disaat sekarang disepelekan oleh sebagian orang

Soesilo 'Buang' Puluhan Juta Rupiah Demi Hobi Ngetrack.

Soesilo memiliki hobi unik dan khas, yakni mencari pertemanan melalui home radio track, atau yang keren dengan istilah ngebrik. Untuk hobi ini, pengusaha pembuat pupuk urea tersebut merogoh kocek sampai puluhan juta rupiah.

.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Berita ngebrik. Show all posts
Showing posts with label Berita ngebrik. Show all posts

September 14, 2011

ARRL Facebook Page: 20,000 Fans Strong

ARRL Facebook Page: 20,000 Fans Strong:

With more than 20,000 fans on Facebook, the ARRL Facebook page is the number one spot for hams on the Internet’s most popular social networking site. Not only is the ARRL page the most popular Amateur Radio page on Facebook, it is attracting many young -- and not-so-young -- hams to share their opinions and ham radio-related news with other hams.

According to Facebook demographics, more than 46...

August 23, 2011

DXCC Country/Entity Report

According to the Amateur Radio Cluster Network for the week of Sunday, 14th-August, through Sunday, 21st-August there were 212 countries active.

Countries available:

3A, 3B8, 3D2, 3V, 3W, 4J, 4L, 4O, 4S, 4X, 5B, 5H, 5N, 5R, 5T, 5V, 5Z, 6W, 6Y, 7P, 7Q, 7X, 8P, 8R, 9A, 9G, 9H, 9J, 9K, 9M2, 9M6, 9N, 9Q, 9V, 9Y,

A2, A3, A4, A6, A7, A9, AP, BV, BY, C3, C6, CE, CE9, CM, CN, CP, CT, CT3, CU, CX, D2, D6, DL, DU, E5/s, E7, EA, EA6, EA8, EA9, EI, EK, EL, EP, ER, ES, ET, EU, EX, EY, EZ, F, FG, FJ, FK, FM, FO, FP, FR, FS, FY, G, GD, GI, GJ, GM, GU, GW, HA, HB, HB0, HC,
HH, HI, HK, HL, HP, HR, HS, HV, HZ, I, IS, J2, J6, J7, J8, JA, JD/o, JT, JW, JY,

K, KG4, KH0, KH2, KH6, KL, KP2, KP4, LA, LU, LX, LY, LZ, OA, OD, OE, OH, OH0, OJ0, OK, OM, ON, OX, OY, OZ, P2, P4, PA, PJ2, PJ4, PJ7, PY, PZ, R1FJ, S5, SM, SP, ST, SU, SV, SV5, SV9, T32, T7, T8, TA, TF, TG, TI, TK, TL, TR, TT, TU, TY, UA, UA2, UA9, UK, UN, UR,

V2, V3, V4, V5, V8, VE, VK, VK0M, VP8, VP9, VR, VU, XE, XU, XX9, YA, YB, YI, YL, YN, YO, YS, YU, YV, Z2, Z3, ZA, ZB, ZC4, ZD7, ZF, ZL, ZP, ZS

* PLEASE NOTE: The report "could" contain "Pirate/SLIM" operations or
more likely a "BUSTED CALLSIGN". As always, you never know - "Work First Worry Later" (WFWL).

Timor-Leste DXpedition

 

The 4W6A DXpedition is now less than one month away.
Low-band operators will be pleased to hear that the team now has a Titanex V160E 87ft / 26.5m-high vertical antenna for use on 160m at 4W6A.

The antenna was shipped from the manufacturers in Germany and has arrived in Darwin, Australia, from where it will be trans-shipped to Dili, Timor-Leste, later this month.

The team had previously planned to use an 18m Spiderbeam pole as the support for a 160m inverted-L. With the arrival of the Titanex vertical, the 18m Spiderbeam pole will now be used for a full-size 80m quarter-wave folded monopole vertical instead.

Other antennas include monoband quarter-wave verticals for 40, 30 and 17m kindly sponsored by Tony Burt, VK3TZ, of Rippletech Electronics in Australia, a 2-element phased array for 40m, an Australian-made Com-an-tena vertical for 10, 15 and 20m, a Butternut HF6V, a 15m vertical dipole, and a G3TXQ Hexbeam made by team member Ant David, MW0JZE. All the antennas will be located on the beach within a few metres of the ocean.

Thanks to the generous sponsorship received from many DX foundations, clubs and individual DXers, it has become possible to ship much of the heavier equipment to Dili, Timor-Leste, in advance of the expedition. The team is very grateful to all DX groups, companies and individuals that have sponsored the expedition. All are listed with thanks on the 4W6A website atwww.4w6a.com/sponsors

4W6A will be QRV from Atauro Island (IOTA OC-232), Timor-Leste (East Timor), from 16 to 26 September 2011. Activity will be on all bands 10 to 160 metres, using CW, SSB and RTTY with up to four stations simultaneously. The QSL manager is M0URX, direct (SAE plus 1 IRC / $2), via the bureau, or LoTW. The entire log will be uploaded to LoTW as quickly as possible after the end of the operation or, if possible, also during the DXpedition.

Direct or bureau QSLs may also be requested using the M0URX Online QSL Request Service (OQRS) at http://m0urx.com/oqrs(there is also a link from the 4W6A website at
www.4w6a.com/qsl-information).

73,

Steve, 9M6DXX
4W6A Team Member

August 22, 2011

Eperiment sambil ngetrack ?


Kegiatan rekan-rekan Orari makassar di bulan Puasa ini, khususnya yang hobby melakukan uji coba peralatan komunikasi; Antena, Radio dan RF Power Amp. masih tetap eksis pada malam hari di 144.200 Mhz.

Kegiatan uji coba sambil hunting stasiun radio yang berada jauh dari kota makassar, bahkan beberapa hari terahir kondisi komunkasi jarak jauhpun sudah dapat dilalukan seperti dari kalimantan, jawa timur dan bali. Ada fenomena baru dikalangan amatir radio yang aktif di band 2 meter saat ini, biasanya setelah melakukan report dan tukar informasi data stasiun masing-masing dilanjutkan dengan uji kekuatan stasiun "Ngetrack" sambil menantikan waktu sahur....

Ngetrack ... sudah legal?

August 13, 2011

FCC BUREAU CHIEF: DON’T COUNT ON NARROWBANDING WAIVERS

Speaking this week at the Association of Public Safety Communications Officials conference in Philadelphia, David Furth — deputy chief of the FCC’s public safety and homeland security bureau — cautioned operators of land-mobile-radio (LMR) systems operating at 512 MHz and below that the commission’s Jan. 1, 2013, deadline for narrowbanding those systems isn’t going to change.

“This deadline is out there, it’s in the commission’s rules and it’s not going to move,” Furth said.

Narrowbanding refers to the process of converting a system’s channel widths, from the current 25 kHz to 12.5 kHz, to facilitate more efficient use of available spectrum. The ultimate goal is 6.25 kHz-wide channels, but the FCC has yet to set a deadline for that.

ON-DEMAND WEBINAR: Narrowbanding: Funding, licensing and deployment

The FCC has stated often that it is prepared to enforce this rule, perhaps by fining non-compliant agencies or — in extreme cases — shutting them down.

READMORE  view full news

70 years of ribbing, hamming and wedded bliss

Story ImageBob dan Dorothy Truhlar, yang akan segera merayakan ulang tahun ke-70mereka, gambar diambil pada hari Rabu sore 3 Agustus 2011 di ruang ham radio rumah mereka di lingkungan Beverly Chicago, Illinois.

 

Bob dan Dorothy Truhlar mengatakan, bahwa mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Tapi aku tidak bisa benar-benar ingat," kata Dorothy, 89,.
After all, that was a long time ago. Come Aug. 16, the Beverly couple will have been married for 70 years.
“We have stamina,” Dorothy assures.

Full story: The Southtown Star

Story ImageView Gallery

Macon sang petualang didunia Ham

Macon man ambassador for ham radio

NJSFe.Em.71 

Jimmy Griffin dapat melakukan perjalanan di seluruh dunia setiap malam tanpa meninggalkan kursinya.
Dia tidak pernah berkunjung ke salah satu negara di mana sinyal radionya bisa didengar. Bahkan, ia belum pernah bepergian ke luar negeri, menyeberangi laut atau bahkan benua lain.

Dia telah menginjakkan kaki dalam waktu kurang dari selusin negara, kebanyakan dari negara yang berada di Selatan.

Ham radio sehingga telah tiketnya ke tempat-tempat seperti Jepang dan Irlandia. Sejak 1990, ia telah membuat lebih dari 19.600 kontak dengan 3.063 operator ham di 40 - 50 negara.

Siapa yang butuh Facebook ketika Anda bisa berteman seseorang di Mesir pada sideband tunggal? Atau mendengarkan derak suara dari Cekoslovakia yang dipetik dari langit?

Jimmy 83 tahun dan tinggal di The Cottages di Wesleyan. Dia dan istrinya, Christine, akan merayakan ulang tahun pernikahan ke-61 mereka pada akhir bulan. Dia adalah anggota aktif dari Macon Amatir Radio Club, salah satu organisasi tertua di dunia amatir radio.

beritanya lengkap dapat di simak di: http://www.macon.com/2011/08/12/1662914/macon-man-ambassador-for-ham-radio.html

August 3, 2011

Amateur satellite ready to go in to action

ARISSat-1, the satellite designed and built by amateur radio operators to specifically interest students in scientific and technological careers, is scheduled to be deployed from the International Space Station (ISS) this Wednesday August 3.

The extra-vehicular activity (EVA) is due to be broadcast on NASA TV, starting at 1430 UTC (Coordinated Universal Time) when the hatch of the ISS will open.
ARISSat-1 will then leave the space station and be secured to an airlock ladder and its solar panel covers will be removed. At 1507 it will to deploy site, activate its PWR, TIMER1 and TIMER2 switches, verify LEDs on, and deploy.

August 2, 2011

Amatir radio masih dibutuhkan


Beberapa orang amatir radio masih menyimpan peralatan komunikasi yang sudah dianggap kuno saat ini dan hanya menjadi pajangan bahkan ada yang sudah menggudangkanya. Tapi apakah Anda pernah mempertimbangkan apa yang mungkin terjadi jika jaringan komunikasi lokal dan nasional, ponsel, telepon dan jaringan komunikasi lainnya runtuh?

Tentu hanya Amatir radio yang mampu menggantikannya sebagai cadangan nasional dalam hal komunikasi, dibeberapa negara-negara besar seperti amerika kegiatan amatir radio masih sangat eksis dalam hal kegiatan eksperimen, penelitian, kemanusiaan dan komunikasi ke sesama anggota lainnya, bagaimana di Indonesia apakah juga masih aktif?...

Berita tentang hal ini bisa anda lihat di:
Amateur Radio Association seeks new ham radio operators - The Herald Dispatch

Spacewalkers Rusia memindahkan Boom Cargo, Deploy Ham Radio Satelit

nanosat-radioskaf-v-lg

Dua kosmonot Rusia akan meninggalkan batas-batas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 3 Aug. untuk memindahkan booming kargo dari satu airlock ke yang lain, menginstal laser prototipe sistem komunikasi dan memancarkan radio amatir-satelit mikro. ini ditulis oleh  Staff Writers di www.spacedaily.com

Ekspedisi 28 Insinyur Penerbangan Sergei Volkov dan Alexander Samokutyaev dijadwalkan untuk usaha di luar Pirs airlock pada 10:30 EDT Rabu untuk memulai perjalanan enam jam. Kedua spacewalkers akan memakai Rusia Orlan-MK spacesuits. Cakupan angkasa akan disiarkan langsung di televisi NASA mulai pukul 10 pagi EDT.

sumber berita  :

http://www.spacedaily.com/reports/Russian_Spacewalkers_to_Move_Cargo_Boom_Deploy_Ham_Radio_Satellite_999.html

July 26, 2011

Menyongsong Munas Orari Di Jakarta

Jurnalisia-Tanah Bumbu,

Ketua Organisasi Amatir Radio (Orari) Pusat, H. Sutiyoso menghimbau kepada anggota Orari daerah agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti Munas Orari yang akan dilaksanakan pada 14-16 Oktober 2011 di Jakarta.

“Untuk Munas sudah kami tentukan tempatnya, yaitu di ibukota Jakarta,” ungkap Sutiyoso, saat menghadiri kegiatan Orari Family Gathering sekaligus memperingati HUT Orari Kalsel ke 40 yang jatuh pada 15 Juli lalu di Kecamatan Satui, Jum’at (22/7/2011) lalu.
Dipilihnya Jakarta sebagai tempat Munas, imbuhnya tidak lain guna memudahkan anggota Orari daerah untuk menghadiri kegiatan tersebut, karena Jakarta dianggap sebagai tempat netral yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. “Saya harap semua anggota Orari daerah sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti Munas pada Oktober mendatang,” kata Mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode tersebut.
Dikatakannya pula, ORARI Family Gathering merupakan salah satu upaya anggota Orari untuk terus meningkatkan keakraban dan persaudaraan, dengan bersama-sama meninggalkan jabatan, status sosial dan atribut kemasyarakatan.
Amatir Radio, tambah Sutiyoso, terbukti dapat mempererat rasa persatuan dan kesatuan diantara anggota Orari, yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan. Orari juga merupakan anggota amatir radio internasional sehingga persatuan antara anggota Orari juga hingga lintas bangsa.
Menurut bang Yos (sapaan akrabnya), Orari pada usianya yang ke 43 tahun sudah banyak yang dilakukan untuk anggota Orari sendiri maupun masyarakat luas. Namun katanya, masih banyak hal yang belum dapat dilakukan, dan menjadi tugas berat ke depannya. “Hal itu saya ketahui saat saya melakukan kunjungan kerja ke 32 Orari daerah. Masih banyak permasalahan yang belum bisa diatasi jika anggota Orari tidak bersatu,” ujar Sutiyoso dihadapan anggota Orari dari berbagai daerah.
Dia berharap anggota Orari dapat selalu bersatu untuk memajukan daerah dan bersama-sama saling bahu membahu untuk melakukan yang terbaik bagi Indonesia. “Saya harap organisasi ini dapat selalu maju dan berkembang,” ujarnya.
Disamping itu, Sutiyoso juga mengapresiasi Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah mempersiapkan acara dengan matang. Dia juga memuji, karena sebelumnya, kegiatan Orari Family Gathering diikuti banyak anggota Orari dari berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel, H. Rudy Arifin yang juga sebagai Ketua Pengurus Daerah Orari Kalsel menyampaikan dukungannya dan merasa bangga atas peran dan kiprah Orari selama ini. “Orari yang berawal dari hobi ternyata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas, seperti memberikan informasi dan memberikan pengetahuan tentang teknologi informasi baik untuk anggota maupun masyarakat luas,” ujar Rudy seraya menambahkan Orari masih menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi di Kalsel dan Indonesia.
Lebih jauh Rudy Arifin mengatakan, Orari selain menjadi sebuah organisasi yang besar, juga menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, terutama dalam hal penyebaran informasi. “Orari juga dapat menjadi ajang diskusi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan,” katanya sambil berharap agar ke depannya program Orari dapat dilanjutkan dan ditingkatkan lagi.

Sementara itu, kegiatan Orari family Gathering diikuti sedikitnya 700 orang dari berbagai daerah baik dari Kalsel maupun luar Kalsel. Bahkan anggota Orari juga datang dari luar negeri, seperti Brunei Darussalam. Dalam acara tersebut dilakukan penyerahan penghargaan oleh Gubernur Kalsel dan Sutiyoso serta disaksikan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming kepada tokoh-tokoh Orari di Kalsel yang memiliki peran besar terhadap perkembangan dan kemajuan organisasi tersebut. (pjm/ISP)

Sumber berita: jurnalisia.net

Bang Yos Hadiri Orari Family Gathering

BATULICIN - Sebanyak 700 orang dari berbagai daerah, baik dari Kalsel maupun luar Kalsel mengikuti Orari Family Gathering. Kegiatan itu dilaksanakan di Kecamatan Satui, akhir pekan tadi. Ketua Organisasi Amatir Radio Pusat H Sutiyoso, juga hadir beserta anggota Orari dari Brunei Darussalam. Bupati Tanbu Mardani H Maming, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin beserta tokoh Orari Kalsel juga turut hadir.
Gubernur Kalsel H Rudy Arifin menyampaikan dukungannya dan merasa bangga atas peran dan kiprah Orari selama ini.
“Orari yang berawal dari hobi ternyata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas, seperti memberikan informasi dan memberikan pengetahuan tentang teknologi informasi baik untuk anggota maupun masyarakat luas, ” ujar Rudy.
Menurut Rudy yang juga sebagai Ketua Pengurus Daerah Orari Kalsel, Orari masih menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi di Kalsel dan Indonesia. Selain menjadi sebuah organisasi yang besar, ujar dia, Orari juga menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, terutama dalam hal penyebaran informasi. “Orari juga dapat menjadi ajang diskusi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan,” katanya.
Dia berharap kedepannya program Orari dapat dilanjutkan dan ditingkatkan lagi.
Ketua Organisasi Amatir Radio Pusat H Sutiyoso, mengatakan, Orari Family Gathering merupakan salah satu upaya anggota Orari untuk terus meningkatkan keakraban dan persaudaraan, dengan bersama-sama meninggalkan jabatan, status sosial dan atribut kemasyarakatan.
Amatir Radio, kata Sutiyoso, terbukti dapat mempererat rasa persatuan dan kesatuan diantara anggota Orari, yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan. “Orari juga merupakan anggota amatir radio internasional,” katanya.
Menurut Bang Yos, sapaan akrabnya Sutiyoso, Orari pada usia 43 tahun sudah banyak digemari masyarakat luas. Namun, masih banyak hal yang belum dapat dilakukan, dan menjadi tugas berat kedepannya.
“Hal itu saya ketahui saat saya melakukan kunjungan kerja ke-32 Orari daerah. Masih banyak permasalahan yang belum bisa diatasi jika anggota Orari tidak bersatu,” ujar Sutiyoso.
Dia berharap, anggota Orari dapat selalu bersatu untuk memajukan daerah dan bersama-sama saling bahu-membahu untuk melakukan yang terbaik bagi Indonesia. “Saya harap organisasi ini dapat selalu maju dan berkembang,” katanya.
Disamping itu, Sutiyoso juga mengapresiasi Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah mempersiapkan acara dengan matang. Dia juga memuji, karena sebelumnya, kegiatan Orari Family Gathering diikuti banyak anggota Orari dari berbagai daerah.
Masih dalam sambutannya, Sutiyoso mengimbau kepada anggota Orari daerah agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti Musyawarah Nasional Orari yang akan dilaksanakan pada 14-16 Oktober 2011 di Jakarta. (kry/ay/ram)

Sumber: radarbanjarmasin.co.id

Bapak Presiden SBY juga Ngebrik



Radio komunikasi tdk hanya monopoli orang biasa. Presiden SBY pun waktu mengecek koordinasi banjir beberapa waktu lalu juga menggunakan radio. Bahkan radio ini menjadi perangkat komunikasi utama disaat sekarang disepelekan oleh sebagian orang. HP malah jadi alat komunikasi cadangan.
Tentu SBY sdh tdk asing lagi dengan radio semacam ini. Waktu beliau masih aktif di militer dahulu tentu tdk asing lagi dengan mainan seperti ini.
Saya membaca dibeberapa forum jual beli, ada yang berkomentar miring soal radio seperti ini. Ada yang mengatakan jaman canggih spt ini masih pakai HT/RIG, ada yg mengatakan mending buat beli blackberry, radio sdh ketinggalan jaman / kuno. Weh yang bicara spt itu tentu blm pernah pegang atau punya radio.
Harga radio sekarangpun harganya jauh diatas harga blackberry. Seperti VX8R (HT), FT-7000, ataupun boster rusia yang harganya sampai 200 juta.
Radio masih merupakan alat komunikasi yang sangat efektif. Disaat komunikasi ngadat karena bencana, radio ini masih sangat eksis. Terutama untuk koordinasi dilapangan. Pak polisi, militer, kemanan masih setia menggunakan radio. karena koordinasi sangat efektif. Tinggal tekan PTT seluruh jajaran bisa mendengar dan menerima perintah. Tdk perlu repot menekan dial segala.

sumber dari: blog.telomoyo.com

Soesilo 'Buang' Puluhan Juta Rupiah Demi Hobi Ngetrack




Soesilo 'Buang' Puluhan Juta Rupiah Demi Hobi Ngetrack - Tribun Jogja


Soesilo memiliki hobi unik dan khas, yakni mencari pertemanan melalui home radio track, atau yang keren dengan istilah ngebrik. Untuk hobi ini, pengusaha pembuat pupuk urea tersebut merogoh kocek sampai puluhan juta rupiah.

Ditemui Tribun Jogja di kediamannya, Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (4/2/2011), Soesilo mempraktikkan hobinya. Ia menggunakan seperangkat alat yang disebut gateway, komputer, pesawat audio seukuran VCD player, boster, equalizer, dan composer.
.
Peralatan ini umumnya digunakan dalam bidang broadcast. Versi terbaru, bisa langsung online ke internet untuk terhubung dengan teman-temannya. Untuk bisa memancarkan frekuensi, radio harus terhubung dengan antena pemancar vertikal setinggi dua meter.

"Semakin tinggi pemancarnya maka frekuensi yang bisa ditangkap semakin luas. Kalau punya saya sudah bisa menjangkau sampai luar negeri," ujar Susilo, yang pabrik pupuknya berlokasi di Sukoharjo, Jateng.

Pria berusia 59 tahun tersebut mengaku demi menekuni hobi yang unik dan mahal ini harus mengeluarkan puluhan juta rupiah. Untuk membeli antena multi beam, misalnya, ia mengeluarkan Rp 10 juta. Belum lagi untuk bosternya, Rp 20 juta. Adapun yang paling mahal, mendirikan tower pemancar, menelan dana Rp 30 juta.

"Itu aja saya dirikan delapan tahun lalu. Kalau sekarang bisa mencapai Rp 50 juta, karena perizinan mendirikan tower di Sleman semakin sulit," ujar bapak dua orang anak ini.

Saat Soesilo menyalakan gateway, langsung terdengar percakapan para breaker yang berasal dari berbagai negara. Soesilo memakai frekuensi 143.920 MHz Malvinas.

"Mereka yang tergabung dalam komunitas ini jumlahnya ratusan. Mulai dari Lampung, Palembang, Sulawesi, dan seluruh Jawa, hingga Kalimantan dan Papua," ujar pria suami Cici Haryani, seorang programmer Radio di Yasika FM, ini.

Home radio track sudah terdaftar dalam Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI). Kebetulan Soesilo masuk jajaran pengurus DPP ORARI Kota Yogyakarta, yang diketuai Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hariyadi Suyuti.

Kalau sedang ngetrack, Soesilo memakai nama Berry, nama anaknya. "Misalnya saya sama teman-teman Yogya, lalu di Jakarta ada yang denger kami, lalu mereka bilang, 'ayo, Pak Berry berangkat ke Jakarta'. Lawan bicara juga kami ajak berangkat ke Jakarta, lalu mulai mengudara,”jelasnya.

Setiap orang memiliki kata sandi berbeda. “Ada petung, sapi, tut tut, yang diucapkan pertama kali dengan berkali-kali, sampai dapat terhubung dengan lawan bicara tadi di radio,” kata bapak bertubuh gempal tersebut saat menjelaskan detail cara ngebrik.

Demi hobinya itu pula Soesilo membuat sebuah studio mini berukuran tiga kali empat meter di rumahnya. Ia juga biasa menghabiskan waktu berjam-jam untuk ngebrik. Kalau memulai pukul 22.00 WIB, bisa sampai pukul 03.00 WIB dini hari.

"Kalau sudah main ngebrik sama teman-teman, saya sampai lupa makan. Makannya ya di dalam studio saja,” tutur pria kelahiran 29 September 1952 ini, kemudian tertawa.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani
Editor : junianto

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites